Selasa, 24 Juni 2014

Yamada Ryosuke 10,000 long interview - Myojo August Issue

Diposkan oleh Sophie-chan di 10.26 0 komentar
Originally posted at http://ayynyan.wordpress.com/
The source language text: http://comeonamyjump.livejournal.com/31349.html


[Dibandingkan bersuka cita sendirian, saya lebih memilih bersuka cita dengan setiap orang]

- Apa arti Hey!Say!JUMP bagi mu?

Hmmm, kamu tahu, pertanyaan “Apa arti” sedikit sulit untuk dijawab. Saya rasa mereka adalah pendukung saya, tempat saya… hidup saya.

-Baiklah, saya akan melanjutkannya dan bertanya tentang masa lalu mu. Apa ingatan tertua mu?
Mungkin saat saya berusia 1 tahun? Saya berbaring di atas perut ayah saya dan ia menepuk pipi saya. Saya lelaki satu-satunya di antara saudara saya dan khususnya bagi seorang ayah, hal itu pasti membuatnya bahagia. Ia berusaha membesarkan saya untuk menjadi seorang lelaki yang kuat

-Kamu memiliki seorang kakak dan seorang adik perempuan kan?
Iya. Kami sangat dekat sekarang, tetapi kami saudara yang mudah berubah. Saat SD, kami dikenal sebagai saudara yang sering bertengkar.
 
-Kamu juga anak sepak bola kan?
Saat saya duduk di tahun tahun awal SD, saya bergabung dengan klub di daerah saya. Kaptennya merupakan seorang anak yang dekat dengan saya di sekolah. Ia mengajak saya dalam hal kecil, “Kami memiliki pertandingan kecil hari ini ayo ikut bermain”. Saya senang dapat berpartisipasi.

-Jadi begitu bagaimana kamu bergabung
Dalam sepak bola, kita menghabiskan banyak uang. Untuk bola dan sepatu bola. Hal tersebut tidak memiliki banyak pengaruh di rumah, jadi sembari berfikir bahwa saya mungkin tidak di izinkan untuk berpartisipasi dalam sepak bola, saya meminta izin kepada ibu saya. Ia memberitahu saya, “Itu mungkin impian mu”.

-Kamu diterima dalam seleksi junior untuk liga Jepang bukan?
Biasanya kamu tidak seharusnya berkata hal seperti ini tapi itu bukan berarti saya ingin berhasil dalam seleksi tersebut. Saat itu, sang kapten dan 4 anggota tim lainnya pergi dan melamar untuk seleksi tersebut. Sangat jelas bahwa saya merupakan pemain terburuk di tim tapi saya merupakan satu satunya pemain yang berhasil masuk.

-Hebat
Tapi, setelah penerimaan tersebut banyak indimidasi muncul. Anggota tim saya tidak mau mengoper bola pada saya dan mereka juga mengintimidasi saya di kelas. Apapun yang mereka lakukan kepada saya, saya segera mengembalikannya pada mereka.

-Bagaimana tim junior?
Ada satu anak yang sangat saya benci. Kemudian kami mulai berbicara dan mulai dekat sedikit demi sedikit.

-Mengapa kamu tidak suka padanya?
Ia sangat hebat dalam sepak bola. Tapi dia tidak pernah mengoper bolanya. Saya harus melakukannya sendiri. Dia seperti gumpalan keegoisan. Sepak bola bukanlah permain satu orang, tapi kerja tim. Apakah itu yang harus saya hargai? Saya kurang atau lebih baik jadi mungkin hal itu penting untuk saya untuk dapat diterima oleh orang-orang disekitar saya. Mungkin hal itu penting untuk memastikan tim kami memenangkan pertandingan. Bersuka cita atas kemenangan sendirian berbeda dengan bersuka cita bersama yang lain. Saya ingin bersuka cita dengan setiap orang.


[Lagipula, saya orang yang berhasil melalui sesuatu. “Seorang pria dengan bonus”]

-Kamu lolos audisi untuk Johnny’s saat kamu berada di tahun kelima SD. Bagaimana hal itu terjadi?
Ibu dan adik, kakak saya mengirimkan sebuah lamaran tanpa memberitahu saya. Saya sama sekali tidak kenal dengan industri hiburan. Meskipun saya tahu ibu saya menyukai Kinki Kids dan saya pernah menonton salah satu konser mereka.

-Bagaimana konsernya?
Sangat keren. Saat itu, Yabu (Kota) dan Hikaru (Yaotome) muncul sebentar. Mereka berkata, “Seorang anak yang kecil melakukan hal yang terbaik baginya. Hebat”

-Dan sebuah lamaran dikirim tanpa kamu mengetahuinya sama sekali
Entah darimana saya diberitahu, “Kamu memiliki audisi hari ini”. Saya hanya berfikir, “Eh?!”

-Kamu tidak ingin pergi?
Saya tidak ingin pergi. Maksud saya, hal itu memalukan. Tapi mereka meyakinkan saya dengan berkata mereka akan membelikan saya sebuah lencana piala dunia edisi terbatas.

-3,000 orang berpartisipasi. Itu merupakan sebuah audisi langsung di “Ya-ya-yah”, sebuah acara dimana Hikaru dan Yabu muncul
Benar. Mereka mengulas berulang-ulang kali. Akhirnya kamu berfikir, “Saya bertanya-tanya apakah saya tidak bagus” Setelah itu saya kembali.

-Lalu kamu berhasil melaluinya dengan baik
Saya merupan orang yang berhasil melalui sesuatu. Saya berfikir, “Seorang pria dengan bonus”


[Tak ada salahnya membawa mimpi orang lain]

-Apakah latihan di hari-hari Jr. mu sulit?
Diantara banyaknya orang, Saya berada di paling belakang. Meskipun kami memiliki cermin di tempat latihan, kamu tidak dapat melihat dirimu sendiri saat kamu berada di belakang. Kamu tidak dapat melihat apapun. Orang tua saya membelikan saya sebuah cermin besar. Saya sering berlatih nari di rumah. Saat keluarga saya melihat saya menari mereka memberi tahu saya, “Pergi kesana!” nostalgia sekali!

-Hari hari tanpa pengakuan terus berlanjut
Dibutuhkan waktu 2 tahun sebelum saya dapat memegang mikrofon. Orang orang yang telah berada disana bersama saya telah memegangnya sekali, hal yang dapat saya lakukan saat itu hanyalah menari. Sangat membuat frustasi. Orang orang memegang mik memiliki lampu sorot menerangi mereka tetapi saya tidak. Saya merasa hal tersebut menjadi semakin jauh dari saya. Seperti jarak yang tidak akan pernah bisa saya raih.

-Hal itu sangat membuat frustasi.
Saat tahun kedua saat saya mendapat giliran, saya berfikir “akhirnya”, tapi, saya telah melakukannya sebelumnya dibanding yang lain dan masih banyak dari mereka yang masih mengalami masa masa sulit. Meskipun saya tidak berkata apapun tentang hal ini. Tapi bagi saya, hal tersebut merupakan 2 tahun terpanjang. Terpanjang.

-Kamu tidak merasa untuk menyerah?
Sering. Ada juga waktu dimana saya berfikir “kemampuan saya sendiri tidak akan cukup untuk ini”. Memiliki Johnny-san atau orang lain yang tertarik pada mu dan keberuntungan juga dibutuhkan.

-Itu bagian sulit dari hal ini
Johnny-san berkata pada saya, “Anak itu lebih baik dari kamu”. Akhirnya saya berfikir, “Ini akhir untukn ku”

-Apa yang merubah kesulitan tersebut menjadi kekuatan?
Meskipun jika saya diberi tahu bahwa saya tidak disukai, saya akan mengubahnya menjadi semangat. Sesuatu seperti, “Meskipun saya diberi tahu hal tersebut, saya mungkin akan menjadi seseorang yang menarik”. Dalam waktunya sendiri. Sering saya terlalu melakukannya dan terjatuh.

-Kamu sangat membenci kekalahan
Ya. Juga mungkin karena saya benci membuat orangtua saya sedih. Setiap kali mereka melihat saya berjuang mereka berkata, “tidak apa untuk berhenti” tapi didalam saya berfikir bahwa mereka sangat ingin saya terus berlanjut. “Tidak ada salahnya dengan membawa mimpi orang lain” adalah apa yang saya fikirkan. Bukan karena mereka membelikan saya sebuah cermin. Setelah mereka mebawa saya kesana, melihat bagaimana keluarga saya mendukung saya, saya fikir saya harus mencoba seberasa jauh saya bisa sampai.

-Apa mimpi mu saat itu?
Debut!! Dimasukkan dalam satu grup dan melakukan debut. Itulah mengapa bahkan sampai sekarang saya adalah orang yang keberadaannya tidak di proyesikan kedalam cermin ini tapi demi mimpi saya, di hadapan semua orang, sedikit demi sedikit, saya bergerak maju dan terus berjalan.


[Pada akhirnya saya merasakan batasnya. Saya tidak bisa melampaui dinding Yuto]

-Saat itu, apa arti kehadiran Nakajima Yuto bagi mu?
Ia memiliki jenis karisma seperti, “Tidak ada yang dapat mengalahkan Yuto”. Tapi saya merupakan satu satunya yang berfikir bahwa saya harus mencoba dan melampauinya. Diam diam.

-Saya mengerti
Tapi, pada akhirnya saya merasakan batasnya. Bahwa saya tidak bisa melampaui dinding Yuto. Beberapa kali saya berfikir mungkin saya harus menyerah dalam hal itu. Setiap hari, saya meneriaki hal itu. Dan dalam diri saya, meskipun saat saya merasa bahwa Yuto berbeda dari saya, orang yang akhirnya dimarahi adalah saya. Meskipun, saat saya berkata “untuk saat ini-”, posisi saya telah berpindah. Itulah mengapa sekarang saya hanya bisa berkata “maaf”. Hal itu memalukan. Meskipun ada yang ingin saya katakan, tidak mengatakannya untuk melindungi diri saya sendiri cukup aneh bukan? Seorang lelaki yang tidak bisa menarik kembali ucapannya. Saya tidak bisa memaafkan diri saya yang tidak dapat mengalah.

-Kamu berdiri di posisi Yuto untuk konser Tackey and Tsubasa kan?
Benar. Saya menjadi pengganti Yuto. Tapi hal tersebut tidak berarti saya berada di posisi center, saya dipaling ujung dari mereka yang berada dalam tahun yang sama dengan saya. Saya frustasi tentang hal tersebut, tapi saya harus berfikir bahwa itu merupakan sebuah kesempatan. 2 hari sebelum konser, diputuskan bahwa saya akan menjadi penggantinya. Saat itu saya harus menghafal 24 gerakan tari. Saya harus meminta pada kakak kelas saya di Junior untuk membantu dan mengajari saya.

-Hal itu sangat sulit untuk mu
Tapi kamu tahu, seseorang benar benar memperhatikan saya. Hal itu terjadi saat saya sedang menunggu giliran saya di “Takizawa Enbujou”, tapi tiba tiba (Tadayoshi) Okura-kun datang dan berkata, “jadi kamu Yamada-kun, kamu hebat dalam menari” saya berkata, “Eh?! Saya menari dibelakang, terlebih lagi, saya menari di belakang dan kamu mengingat nama saya?” Saya sangat senang. Senpai yang berbeda akan datang memberi tahu saya beberapa hal. Seseorang menyadari saya mencoba dengan giat. Kerja keras saya mencapai seseorang.

-Benar
Bahkan saat teater “One!” Saya cepat cepat dikirim sebagai pengganti Yuto dan saya fikir Takizawa (Hideaki) adalah orang yang memilih saya. Meskipun saya tidak bener bener diberitahu tentang itu. Melihat segala yang saya fikirkan, mungkin mereka memilih saya. Itulah mengapa saya sangat berterima kasih pada Takizawa-kun.

-Seberapa sibuk kamu?
Ada 2 pertunjukkan dalam satu hari, setelah satu sama lain saya menghafal semua gerakan tari saya dan berbaris selama beberapa jam. Johnny-san akan menghampiri dari area duduk dan memuji saya, “YOU hebat!”

-Tahun itu, kamu berperan dalam drama “Tantei Gakuen Q” kan?
Saya dipanggil saat konser orang lain. Seperti interview. Saya bertanya-tanya apa maksud semua ini, tapi itu berubah menjadi sebuah audisi. Saya baru mendengar baru baru ini, sepertinya saat itu mereka telah memutuskan untuk memberikan peran Amakusa Ryuu kepada Yuto. Tapi seseorang menyebut nama saya dan mereka memutuskan untuk bertemu dengan saya.

-Apakah kamu senang melejit dari Jr lainnya?
Hal itu tidaklah cukup. Perasaan atas ketidak cukupan itu lebih kuat dari apapun. Tidak sekalipun saya puas. Saat saya menjadi penari latar untuk “Seishun Amigo”, telah diputuskan bahwa saya akan menari bersama Yuto. Mereka mulai menempatkan kami bersama saat kamu menjadi penari latar untuk sebuah acara musik untuk Tegoshi-kun. Yuto memakai warna merah dan saya memakai warna biru. Saat itu saya mulai berfikir, “Akhirnya saya dapat mengejar mu”. Saat itu lah saya mulai benar benar menyadari Yuto, di bagian dimana saya berfikir saya ingin melalui hal itu.

-Jadi kamu memikirkan hal-hal tersebut
Cara menyampaikan sulit tapi hal itu sangatlah menyenangkan

-Itu menyenangkan?
Sangat jelas saya memiliki seorang rival yang lebih kuat dari saya, sebuah perasaan menginginkan untuk mencapainya. Karena ada orang orang yang mendukung saya, saya harus kuat.


[Grup yang saya bayangkan bukan seperti ini]

-Saat Hey!Say!JUMP di umumkan pada tahun 2007, apa yang kamu pikirkan?
Saya senang. Bahkan keluarga saya terlalu senang.

-Bukankah kamu sangat sibut saat “Tantei Gakuen Q” dibuat kelanjutannya dalam sebuah drama?
Itu cukup buruk.

-Lalu, bagaimana Hey!Say!JUMP dibentuk?
Hal itu terjadi di sebuah acara langsung Jr. di Yokohama Arena. Mereka diam diam menempatkan kamu bersama dan kami berlatih sebuah lagu yang belum pernah kami dengarkan sebelumnya. Saya berfikir, “Apakah ini berarti?”. Jika kamu memiliki persepsi yang baik maka kamu akan menyadarinya kan? Tapi saya memiliki persepsi buruk jadi saya tidak dapat menyadarinya. Setelah itu sang pemilik memanggil kamu dan berkata, “Kalian akan melakukan debut”. “Hey!Say!JUMP” tertulis di papan putih.

-Apa yang kamu pikirkan saat mimpi mu menjadi kenyataan? Ini lelucon kan? “Tidak mungkin” saya berkata. Mengapa mereka memilih saya diantara untuk menjadi bagian dari orang orang ini? Saat itu saya senang tapi saya binggung. Maksud saya, Yabu dan Hikaru, orang yang saya lihat di konser Kinki Kids juga disitu. Saya ditempatkan bersama dengan mereka. Saya berfikir, “Apakah ini bener bener kenyataan?!”

-Kamu dan Takaki menjadi center untuk single kedua kalian, “Dreams Come True”
Saat “center” disebut saya tidak mengerti apa yang terjadi. Sembari berfikir, “Saya ingin melampaui Yuto suatu hari nanti” saya juga berfikir hal itu tidaklah mungkin. Yuya berjalan lancer dengan “Gokusen” jadi hanya untuk satu kali itu mereka memutuskannya pada kami. Namun, setelah itu, mereka mulai menjadikan saya sebagai center. Sejak saat itu, hubungan saya dengan Yuto berantakan. Saya tidak tahu. Hal yang tidak dapat saya bayangkan telah terjadi. Saya tidak mengerti bagaimana caranya menghubungkan satu dengan yang lainnya.

-Pasti ada perbedaan antara orang orang yang mendukung mu dan yang lainnya saat konser pertama mu sebagai JUMP
Sorakan keras membuat saya bahagia. Sejujurnya. Tapi ada juga saat dimana saya merasa tidak senang dengan member lainnya. Seperti salah tempat. “Huh?! Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa?” Untuk sesaat saya berharap sorakan tersebut berhenti. Entah kenapa hal itu seperti saya menyadari sesuatu.

-Apa maksud mu?
Meskipun hal itu merupakan apa yang saya inginkan sepanjang waktu, hal itu sangatlah berbeda sekarang bahwa ini telah menjadi kenyataan. Grup yang saya bayangkan bukanlah seperti ini.

-Apakah perasaan itu sama dengan yang kamu rasakan di SD saat kamu berada di tim sepak bola?
Perasaan itu mungkin sama. Saya telah ditempatkan menjadi bagian dari grup, setiap orang memperhatikan dengan tatapan yang sama, semua dalam tahap yang sama. Kami berjalan di ketegangan yang sama. Saya tidak ingin bersuka cita sendiri. Karena saya ingin menjadi bagian dari grup jadi saya dapat bersuka cita bersama setiap orang.


[Jika orang lain dapat melakukannya maka saya pun bisa]

-Kamu muncul dalam 4 drama di 2008 kan?
Saya muncul sebanyak itu?

-Kamu lebih sibuk dari member lainnya. Apakah kamu pernah merakan kecemasan?
Saya merasakannya. Meskipun saya tidak penuh dengan itu. Saya berfikir, “Mengapa hanya saya?” meski saya mengerti sekarang, saya yakin member lainnya juga dulu berfikir, “Mengapa hanya dia?!” mungkin orang yang paling merasakannya adalah Yuto.

-Saat kamu sibuk dengan kerjaan, kamu memulai SMA tahun selanjutnya. Kehidupan sekolah macam apa yang kamu miliki?
Saya senang berada di SMA. Tapi mendapatkan tekanan kuat dalam pekerjaan yang menimbulkan saat saat ketidak seimbangan emosional dalam diri saya. Saat di tahun kedua SMA saat saya merasa tidak stabil secara emosional, orang yang menyadarinya merupakan wali kelas saya. Dia seorang guru bahasa Jepang tapi bahkan ditengah pelajaran ia memberitahu saya, “Kesini sebentar” dan ia akan memberitahu kelas untuk belajar sendiri selama ia membawa saya ke perpustakaan. Ia mendengarkan saya apapun yang saya katakana. Ia berkata, “Saat ini juga waktu untuk kelas”.

-Untuk “SUMMARY 2011” JUMP ditunjuk sebagai tuan rumah
Saat hari pertama berakhir, saat kami memberikan sambutan selamat tinggal kami, saya tidak bisa menaikkan leher saya. Saya mengunjungi rumah sakit dan diberitahu bahwa saya harus dirawat. Saya memiliki beban fisik dan emosi. Saat kamu berpisah, pikiran saya hilang untuk beberapa saat. Saya merasa saya bukanlah seorang yang profesional. Tapi JUMP merupakan tuan rumahnya dan senpai kami telah melalui masalah mereka apapun yang terjadi. Hari selanjutnya, saya selalu berhubungan dengan seorang pelatih di belakang layar dan saya berhasil melaluinya.

-Mengapa kamu berusaha sejauh itu?
Karena kami memiliki orang orang yang menantikan pertunjukkan kami

-Hal itu membuat mu terus maju?
Iya. Saya rasa. Menghargai sesuati tidak membutuhkan bakat. Tapi sebuah perasaan. Antara seseorang dapat melakukannya atau tidak. Jika hal itu mungkin kami mencoba yang terbaik akan membuat seseorang bahagia, Jika hal itu mungkin demi seseorang maka bukankah hal itu berubah menjadi sesuatu yang indah? Batas? Bakat? Kata kata tersebut tidak akan menyelesaikannya. Kami memiliki orang orang yang menantikan kami. Jika kamu berfikir seperti itu maka dibandikan berfikir kamu bisa atau tidak, bagaimana dengan membuatnya penting untuk dicoba terlebih dahulu? Saya tidak ingin menjadi pria aneh yang menyerah sebelum mencoba.

-Saya mengerti
Saat memikirkannya lagi saat saya bekerja untuk “Kindaichi Shounen no Jikenbo”. Saat jadwal saya terlihat sangat padat dan barisan saya sangat panjang. Seperti saat saya harus membaca 29 halaman dalam sekali coba. “Hal ini sulit bukan? Kamu memiliki barisan yang lebih panjang dari generasi sebelimnya” adalah apa yang dikatakan staff “Kindaichi” pada saya.

-“Kindaichi” terkenal dengan memiliki baris yang panjang kan?
Benar. Tapi mereka menunjukkan bahwa setiap orang mampu melakukannya. Kata kata tersebut menyemangati saya. Saya berfikir, “Karena orang lain mampu melakukannya, jika saya berlatih, saya juga dapat melakukannya”. Atau bagaimana jika Chinen mampu melakukan ayunan udara maka saya juga mampu melakukannya jika saya berlatuh. Tapi saya mungkin tidak dapat melakukanya. Tapi hal ini bukanlah mengenai apakah kamu mampu melakukannya? Atau apakah kamu tidak dapat melakukannya? Jika kamu mencobanya dan tidak berhasil maka carilah sumber dimana kesalahan mu, perbaiki dan cobalah sekali lagi. Bagus untuk mencobanya sebanyak yang kamu butuhkan samapai kamu berhasil.

-Menurut saya cara berfikit seperti itu sangat bagus
Hal ini bukan berarti saya ada seseorang dengan kepercayaan diri yang hebat. Saya tidak terlahir dengan bakat khusus, saya tidak tinggi, saya memiliki wajah yang bulat, saya memiliki banyak kekurangan. Mungkin membutuhkan waktu lama bagi saya tapi saya fikir jika orang lain dapat melakukannya maka saya pasti dapat melakukannya juga.

-Keyakinan mu kuat
Tidak sama sekali, saya tidak sering membicarakannya tapi saat saya harus masuk kedalam ruangan bersih rumah sakit, saya mendapatkan sebuah surat dari anak yang memiliki penyakit. Surat tersebut berisi, “JUMP dan Yamada-kun memberikan saya kesehatan dan energi”. Saya merasa cemas dan sehari setelahnya saya mendapatkan surat lainnya dari anak yang sama berisikan “Saya telah keluar dari rumah sakit”. Saya sangat terkejut. Bagi saya, bagi kami, jika kami dapat memberikan energi atau hal lainnya kepada siapapun diluar sana makan kami tidak boleh menyerah.


[Sesuatu di dalam diri saya terbuka]

-Segera setelah debut, kamu berkata kamu ingat merasa tidak nyaman tentang cara grup terbentuk kan?
Saya sama sekali tidak merasakan itu sekarang.

-Kapan kamu mulai merasa apa yang kamu rasakan sekarang?
Akhir akhir ini tapi ada satu hal besar saat “Johnny’s World”

-Apa yang terjadi?
Diwaktu yang sama dengan saat kita latihan untuk Johnny’s World, saya juga rekaman “Kindaichi”. JUMP telah membicarakan tentang lagu tema untuk Kindaichi dan kami semua sangat bersemangat akan hal itu. “Kindaichi” memiliki sejarah yang dikenal sebagai sebuah karya yang hebat jadi lagu tema untuk Kindaichi pasti akan menarik banyak perhatian. Saya fikir “Johnny’s Would” akan menjadi kompetisi pertunjukan langsung JUMP dan semua orang berbicara tentang “gelombang besar menghampiri kita”. Saya fikit “Hebat sekali. Sekarang merupakan waktunya kita!” lalu—

-Telah diputuskan kamu akan bernyanyi sendirian
Hanya saya yang dipanggil saat latihan “Johnny’s World”. Saya juga diberi tahu, “Kamu akan menyanyikan lagu temanya sendirian kali ini.” Saya merasa semuanya berubah menjadi gelap pada saat itu. Saya bahkan tidak dapat berkata apa apa. Di atas itu saya harus kembali ke ruang ganti dan memberi tahu member lainnya.

-Para member pasti sangat terkejut juga
Saat saya kembali ke tempat latihan, para member sangat bersemangat. Mereka belum tahu bahwa hanya saya yang akan menyanyi. Semuanya menantikan lagu ini yang mungkin akan kami nyanyikan bersama untuk lagu tema itu. Hanya saya yang tahu. Hal ini hanya terjadi pada saya dan itu sulit. Sesuatu di dalam diri saya terbuka saat saya melihat wajah para member. Mustahil. Entah mengapa perasaan ragu mulai muncul. Sesuatu dalam diri saya hancur seketika. Seperti bagaimana kamu harus mengeluarkan satu blok jenga saat blok tersebut jatuh menimpa mu saat kamu melakukannya.

-Sesuatu dalam diri mu hancur
Bahkan didalam kehidupan pribadi saya, banyak hal menumpuk pada saat itu. Apa yang harus saya rasakan? Apa yang harus saya fokuskan? Saya tidak mengetahui apapun lagi. Saya menemui manager kami. Saya berkata kepadanya, “Saat seluruh jadwal saya selesai, biarkan saya berhenti. Saya tidak dapat melakukannya lagi.”

-Kamu berfikir kamu ingin keluar dari dunia ini
Iya.

-Tapi kamu berharap untuk melalui ini semua kan? Apakah kamu berfikir debut solo mu sebagai jalan pintas untuk mendapatkannya?
Tidak mungkin. Saya tidak dapat meninggalkan semuanya dibelakang! Saya mencintai mereka. Saya mencintai mereka semua. Tak peduli sesulit dan sekeras apapun hal yang terlah saya lalui, semua karna saya percaya pada JUMP dan saya berhasil mencapai sejauh ini. Tapi jalan manapun yang saya ambil, pada akhirnya saya akan menyakiti seseorang.

-Itulah mengapa kamu ingin berhenti
Saya tidak mengatakan hal ini kepada para member. Orang yang pertama kali saya ceritakan tentang debut solo saya adalah Yuya dan Dai-chan. Saat saya mengatakannya mereka berkata, “Mengambil kesempatan dari ini akan membuka lubang udara yang besar. Angin baik akan berhembus!”. Kamu maju kedepan dan melakukan grup chat sebagai JUMP dan saya berkata, “Maaf untuk kali ini, saya akan bernyanyi sendirian.” Lalu semuanya berkata, “Kami mengerti bagaimana perasaan mu jadi lakukan lah yang terbaik!”. Orang yang menjawabnya paling cepat adalah Yuto. Saya berfikir, “huh?”. Seharusnya Yuto merupakan orang yang paling menderita tapi ia menghadapi ini lebih dewasa dari saya. Saya merasa malu.

-Dan kamu menarik keputusan mu untuk berhenti
Lagipula saya tidak bisa mengkhianati mereka seperti itu. Saya ingat kami membuat sebuah janji saat debut. “Mari luncurkan kembang api yang besar!” kami berkata. Kami masih belum meluncurkan kembang api bersama. Saya tidak pernah berfikir tentang hal bodoh apapun seperti mengkhianati mereka, tidak sama sekali. Jika saya tidak berada disini bersama JUMP, saya bukanlah apa apa. Saya tidak memiliki tempat untuk pergi.


[Karena kami akan selalu saling mendukung satu sama lain]

-Kamu menyebutkan bahwa Hey!Say!JUMP adalah hidup mu
Karena kami akan selali saling mendukung satu sama lain. Sungguh, sejak pertama kali. Karena Keito tidak memiliki pengalaman dengan Johnny’s ia tidak dapat melakukan apapun pada awalnya. Ia menangis lebih sering dari sekarang. Segera setelah pembentukan kami, kami berkumpul bersama dan berbicara tanpa Keito. Kami berkata, “Anak ini berusaha keras, percayalah ia dapat mengejar kita suatu hari nanti. Mari sesuaikan dengan apa yang ia lakukan sekarang.” Keito bekerja lebih keras dari yang lainnya dan bahkan sampai sekarang ia tetap melakukan yang terbaik. Ia hebat dalam bermain gitar dan bahasa Inggris, hal tersebut merupakan senjata yang tepat untuk menunjukkan dirinya. Meskipun ia sendiri masih berfikir, “Saya harus memiliki hal lain”. Dalam artian yang baik, saya fikir Keito adalah orang yang baik. Jika ia sempurna maka ia bukan lagi Keito. Melanjutkan untuk mencapai sesuatu ialah apa yang menjadikan Keito.

-Saya mengerti
Juga, Yuya dan Dai-chan merupakan orang yang saya ceritakan tentang debut solo saya, tapi mereka berdua benar benar memikirkan grup, mereka memikirkan semuanya. Keberadaan mereka sangatlah diperlukan bagi saya. Keberadaan Chinen juga besar bagi saya. Saya tidak pernah percaya ada orang yang jenius tapi mereka bener benar ada. Apa yang membuat saya frustasi adalah meskipun saya benar benar berlatih berjalan di atas tali, ia langsung dapat melakukan dalam sekali coba. Terlebih lagi, dia merupakan satu member yang selalu memiliki sisi kerennya, ekspresi tenang saat ia berkata, “Saya berhasil melakukannya”. Saat saya melihat ekspresi tersebut member lainnya merasa dihina. Karena cara semua kami berfikir sama, “Jika kamu berhasil melakukannya maka saya juga bisa”. Itulah mengapa keberadaan Chinen sangat memotivasi grup kamu. Chinen berfikir sampai titik tersebut, menglihat kami dan menunjukkan wajahnya seperti saat ia mengatakan, “Saya berhasil melakukannya.”

-Hahahahaha
Hikaru-kun, Yabu-kun dan saya sering bertentangan satu dengan yang lainnya. Terkadang dengan Yabu. Ada waktu dimana pendapat kami tidak cocok dan seperti akan muncul perkelahian. Tapi keesokan harinya kami akan seperti, “selamat pagi~” dan kami menyelesaikan masalah dengan berkata, “Saya mengerti perasaan mu, tapi juga mengertilah bagaimana fikiran dan perasaan saya”. Bahkan jika kami tidak dapat membayangkannya atau pendapat kami berbeda, hal yang ingin kita raih tetaplah sama. Ia adalah orang yang memperhatikan JUMP dank arena ialah ada keseimbangan di grup kami.

-Benar
Meskipun beberapa kali intuisi kamu berbeda dan pada akhirnya kami menjadi gegabah, bahkan Inoo-chan juga, ia sangat menghargai JUMP. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, kami memiliki percakapan tentang kemana JUMP mengarah dan apa yang harus kami prioritaskan untuk masa depan kami. Karena percakapan tersebut sangatlah berat, kami semua kembali ke ruangan kami dengan ekspresi tegang kami. Lalu Inoo-chan mengetuk kamar saya. Ia tiba tiba menundukkan kepalanya dan berkata, “Terima kasih, Yamada,” Ia memberitahu saya, “Seperti percakapan yang kita lakukan sebelumnya, jika kamu tidak menyampaikannya maka hal itu tidak akan terjadi. Karena kamu disini, JUMP dapat melakukan aktifitas seperti yang kita lakukan sekarang. Terima Kasih.” Senpai saya melihat saya dan mengatakan sesuatu seperti ini, hal itu sangatlah keren bagi saya. Ia menggerakkan hati satu, ia sungguh orang yang saying hangat.

-Kamu sangat mencintai para member
Ya. Saya sangat mencintai mereka


[Sejujurnya, dulu saya tidak menyukai mu]

-Apakah saya boleh bertanya tentang hubungan mu bersama Nakajima-kun?
Tentu

-Kamu selalu memanggilnya dengan “Yuto-kun”. Jadi kapan tepatnya kamu mulai memanggilnya hanya dengan “Yuto”?
Seperti, Yutti juga? Tahun lalu saat Chinen berumur 20 di November, hal itu berarti semua 7 telah berumur 20. Kami beremat pergi bersama untuk merayakannya. Ini pertama kalinya saya menyebutkan ini tapi pada saat itu saya masih sedikit memiliki dinding dengan Yuto jadi saya mengambil kesempatan dan berkata, “Mari berbicara dengan jujur hari ini, saya akan memulainya”.

-Apa yang kamu katakana?
Saya berkata pada Yuto, “Sejujurnya, dulu saya tidak menyukai mu”. Setelah mendengarkan hal itu Keito dan Chinen berkata “Saya sama sekali tidak sadar!” Itu merupakan pengumuman yang besar sekali. Pada akhirnya kami berdua tertawa.

-Apa yang dikatakan Nakajima-kun?
“Saya mengerti. Saya juga tidak menyukai mu dulu.” Ia berkata. “Kamu tahu, kita berdua berbagi hal ini berarti kita dalam jalan kita menuju kedewasaan”. Itulah mengapa, “Mari akhiri ini.”, “Mengerti”, kami berkata. Setelah itu kami semua berbicara denganjujur. Kami berkata, “Mulai sekarang mari jangan hanya mengandalkan BEST. Mari mengandalankan kekuatan kita sendiri untuk membawa JUMP”. Sekarang Yuto dan saya sesekali bertemu dan makan bersama atau ia mengajak saya untuk pergi ke rumahnya. Saat saat seperti sangatlah penting.

-Saya senang
Ya. Saya juga, para member harus berada disana. Mulai sekarang, JUMP akan menjadi pendukung saya, tempat saya, saya ingin tempat itu mebawa esensi semua orang dan menanamnya disana.

-Akan menjadi apakah JUMP?
Untuk sekarang, kami akan terus naik, naik, naik. Kami masih belum diperbolehkan untuk melihat tujuan akhir kami. Untuk sekarang, kami semua akan bertujuan untuk mencapai puncak. Karena kami semua berada di tahap yang sama, terus berjalan.

-Terima kasih telah berbicara tentangbanyak topik. Terakhir, apakah ada hal yang lupa kamu sebutkan?
I spoke so much, there’s pretty much nothing left (laughs) But, from now on it’ll be JUMP. We’ll take it one step at a time. At the same pace, we’ll head towards the same dream and we’ll take the same step forward together. The members and I think that it’ll all be from now on. That’s why I’d like you to write down, “Please watch over JUMP from now on”.
Saya berbicara terlalu banyak, sepertinya tidak ada yang tertinggal. Tapi, mulai sekarang ini akan menjadi JUMP. Kami akan berjalan tahap demi tahap. Dalam langkah yang sama, kami berjalan menuju mimpi yang sama dan kami akan mengambil langkah yang sama dan maju bersama. Para member dan saya berfikir bahwa hal ini dimulai dari sekarang. Itulah mengapa saya ingin kamu untuk menulis, “Tolong perhatikan JUMP mulai sekarang”.

Candle

Diposkan oleh Sophie-chan di 09.57 0 komentar
 Romaji:
Yoru no sora Nijimu hikari o Kata sukume miagete iru
Ano hi ni wa mou maki modose nai Kanashimi minai youni shite

Machi juu ga kiramei teru Boku no omoi o sagashite
“Nanishiteru?” tte denwa shita mukou Dareka to warau kimi no koe

“Yokatta ne, Ja… mata ne”

Shiawase negaeru you Boku ga dekiru koto wa
Kimi to mita yume noseru Hoshi ga kono te ni ochinakute mo
Nidoto aenakute mo
Ano egao ga zutto tsudzuku tame
Kimi ni muketa omoi no hi wo Negai kome kesu koto

Kanashimi wa mou iranai yo Tojita hitomi no oku ni wa
Hora atarashii hi wo tomo shite iku Masshiro na kimi no sugata

“Kirei dayo, omedetou…”

Shiawase afureru you Sotto mimamotteru
Kimi ga miru yume tsumeta Hanataba ga hirari to matte
Namida ukabe aruku ushiro sugata mitsume
Itsuno hi mo kimi ga waratte sugosemasu you
Kono hi ni negatta

Furi sosoideku omoi wa Maru de namida mitai ni toketa candle

Yureru hi mitsume negau yo Shiawase de iru youni
Tookukara Kokoro kara Omotte iru
Dakara kimi ga Tsuraku natta toki wa
Ima made no hi janai tomoshibi Kimi no moto e todokeru kara
Yume wo negatte ne

English:
Looking up at the night sky, dodging the blurry light
We can no longer rewind to that day, to no longer see that sadness
I’m searching for my emotions through the glistening downtown
You ask, “What are you doing?” through a phone call, you laugh along with another

“I’m happy for you…Bye”

What I can do, is wish for your happiness
The dreams you and I shared, even if the stars never fall into my hands
Even if we never meet again
In order to forever preserve that smiling face
I will wish for that fire that holds my feelings for you to disappear

I no longer need that sadness, within my closed eyes
See, there’s a whole new fire lighting up into your pure white figure

“You’re so beautiful, congrats…”

You will be flooded with happiness, I’ll be watching over you gently
The collection of the dreams you saw, will fall lightly into flower bouquets
While gazing at your walking figure from behind, the tears surface
One day, you’ll be spending all your time laughing
It’s what I wished to this fire

The feelings that shower over me, are just like tear droplets melting off a candle

I’m praying to the flickering fire, for you to remain happy
From far away, from the heart, it’s what I feel
That’s why when things get tough for you
I’ll send over your way this fire, not the fire that’s been up till now
Praying for your dreams

This is a song of a Japanese idol group Hey!Say!JUMP, it was written by one of its member and also its center, Yamada Ryosuke. In one of an interview he said he was writing a song while surrounded by candles, and when their 3rd album smart was released on June 18th 2014 we all know that the song he mentioned was this. According to one of the interviews, the members were record this song in the darkness so they could add more feeling to it.
Candle is a song about wishing a happiness of your beloved person, it has like a "done at the last minute" kind of feel, Yamada himself said it could or couldn't happen in real life and it'd be nice if a person like this really exist, he also said it's impossible for him, he couldn't see it in himself, but he it's also something he could certainly do as an adult.
The "The feelings that shower over me, are just like tear droplets melting off a candle" part represents the man's feeling, just like a tear that touch the candle, melting, goes away. Other than wishing for another person's happiness, this song is also about killing his own feeling to the girl.
"Furi sosoideku omoi wa Maru de namida mitai ni toketa candle" was the most heart-breaking part although for someone who doesn't understand Japanese because we can still feel it from how they sing it, and also the melody. It's absolutely heart-breaking.
This is also one of my favorite songs from this album, especially because Yamada Ryosuke was the one who wrote this..

Last Kiss

Diposkan oleh Sophie-chan di 09.36 0 komentar
 Last Kiss is one of Taylor Swift's songs from her 3rd album Speak Now.

Lyrics:
I still remember the look on your face
Lit through the darkness at 1:58
The words that you whispered for just us to know
You told me you loved me so why did you go away, away

I do recall now the smell of the rain
Fresh on the pavement, I ran off the plane
That July 9th the beat of your heart
It jumps through your shirt, I can still feel your arms

But now I'll go sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you'd miss

Never thought we'd have a last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips

I do remember the swing of your step
The life of the party, you're showing off again
And I roll my eyes and then you pulled me in
I'm not much for dancing but for you I did

Because I loved your handshake, meeting my father
I love how you walk with your hands in your pockets
How you'd kiss me when I was in the middle of saying something
There's not a day I don't miss those rude interruptions

And I'll go, sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you'd miss

Never thought we'd have a last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips, ohh

So I'll watch your life in pictures like I used to watch you sleep
And I'll feel you forget me like I used to feel you breathe
And I'll keep up with our old friends just to ask them how you are
Hope it's nice where you are

And I hope the sun shines and it's a beautiful day
And something reminds you, you wish you had stayed
We can plan for a change in weather and time
I never planned on you changing your mind

So, I'll go, sit on the floor wearing your clothes
All that I know is I don't know
How to be something you'd miss

I never thought we'd have our last kiss
Never imagined we'd end like this
Your name, forever the name on my lips
Just like our last kiss, forever the name on my lips
Forever the name on my lips, just like our last kiss.

It's a heart-breaking song about a broken relationship she never thought would end. Taylor said it is a letter to someone saying these desperate, hopeless feelings after a break-up. Personally, this is the saddest song of Taylor for me, I can feel the pain she feels just by hearing this song, especially on 4:28 where I can hear her sob. She was crying while recording this song.
It's quite clear that this song tells about Joe Jonas, some of the reasons are:
• The 27 seconds into, which was the length of call duration when Joe broke up with her through the phone 
• The other prove is its hidden message Forever and Always (it was a song for Joe on her previous album).  
• The lyrics "I ran off the plane, That July 9th the beat of your heart, It jumps through your shirt, I can still feel your arms" reflected when Taylor flew to Dallas on July 9th 2008 to attend Jonas Brother's concert.
"Never thought we'd have a last kiss, Never imagined we'd end like this", everyone knows Taylor was so in love with Joe, some even said he was her real first love, and she never thought their relationship would end, especially in a harsh way.
• "I'm not much for dancing but for you I did", Taylor was seriously not into dancing that time, but Joe loved to see her dance so she did it for him although she thought it was awkward.

Aside from the fact that she wrote it for Joe, this song also has a deep meaning through the "And I hope the sun shines and it's a beautiful day, And something reminds you, you wish you had stayed, We can plan for a change in weather and time, I never planned on you changing your mind" lyrics, she wishes he'll be happy and have a beautiful life, she also wishes he'll miss her that he regret his decision of leaving her.

Ennichisai - Little Tokyo Blok M 2014

Diposkan oleh Sophie-chan di 08.59 0 komentar
I love everything about Japan, especially the culture, movie, manga, and music. So visiting big Japanese festivals is a must for me. From all of the festivals here, one of my favorite is Ennichisai.
Ennichisai is a Japanese art, and culinary festival held in Blok M, South Jakarta. It's annually held since 2010, in 2012, the Jakarta's government even included it as a set of schedules to celebrate Jakarta's birthday.
This year, it was held on 24-25 May. I came to the festival on the second day. There were lots of stands, from foods, accessories, and games. Many kinds of Japanese foods were available, from the famous dishes such as sushi, ramen, and takoyaki, until some snacks like taiyaki, snow ice, etc, most of the sellers were also pure Japaneses so they taste even more delicious than those we've ate on mall or street.

What makes me love Ennichisai is because it wasn't only show some Japanese pop culture and performance or the stands, it showed some traditional dances, and parades which made us felt like we were really in Japan, the atmosphere didn't make us felt we were still Indonesia either, especially at night, it was totally different!

Sadly, this year's Ennichisai was also the last one. There won't be Ennichisai next year or the following years. The reason is because some of irresponsible parties who take advantages from this event by asking some money to the committees who are actually volunteers, they didn't get paid by held this event, they even need a half year to organize it yet all those irresponsible people easily ask to give them some money.
Through a facebook status, Daisei Takeya-san, the chief executive of Ennichisai expressed his regret and apologized to all of people who like Ennichisai for the decision.
 

RED Tour Jakarta - June 4th 2014

Diposkan oleh Sophie-chan di 08.17 0 komentar
BpQc-x1CAAIblzF

I still can't believe it, I finally saw Taylor with my own eyes on June 4!! I've been waiting for her for almost 6 years, and it's all worth the wait! Taylor is soooo pretty in real life, way prettier than on the videos or pictures (though she already look pretty there).

It was so hard to get the ticket, I got my ticket refund by the seven eleven, so I had to search for it again, but I got duped :'D
I was hopeless and thought I wouldn't be able to see her but my friend encouraged me and said she was joining a quiz and if she won, she promised she would give the ticket to me, the class of the prize was random, every winner would get 2 tickets and fortunately, she won it. Moreover, the class she got was the pit which was the closest place to the stage. Words can't express how grateful I am to have a friend like her. I wouldn't been there if it was not because of her :')

BpRp7T5CUAECQVc

After we waited to get inside the stadium and stood in our places, my friend suddenly said she wanted to go to the toilet to change her skirt, and when we were on our way to the toilet, we met David, Taylor's keyboardist, so we stopped right away and reached him, he asked my name and pull out his hand, so I gladly held his hand and said my name then we took a picture. I was still busy with my own thought when he suddenly said "I have something for you girls" then he took out his camera and a took a  picture with us. It was his own camera, which means it's his personal belonging, which means (maybe) he'll show it to Taylor!! In the end, he hugged us one by one before saying goodbye and said "enjoy the show".

As we back from the toilet, a man came at us and asked to take a picture of us, he said it would be feature on Taylor's official website so we assumed he's either from Taylor Nation or her management. After he went to the backstage, we realized Ricky, one of Taylor's dancer, was there talking with a VJ from one of a national TV channel, so we went at him and took a picture with him.

When we were waiting for the show to start, Mama Swift was suddenly walked in front of us, she was smiling and touched my hand.

The show started at 8:30PM, 30 minutes late as it scheduled. My tears suddenly came as I saw Taylor's silhouette on the red curtain, and when the curtain opened, the stadium went wilder. State of Grace was the opening song, Taylor did hairflips few times, it was as awesome as ever although she has a short haircut now. She stood and looked at the crowd after he finished, smiling sweetly, I really saw sparks fly whenever I see her smile, and seeing it live really had a bigger impact on me! She said "terima kasih" and threw her fedora hat to the audiences in Silver class. Holy Ground was the next song, she played a kind of percussion in the middle of the song, and ohh, she wore a black stocking to respect Indonesia because most of the people are Muslims.

Before the next song started, Taylor said "Selamat malam!" and welcomed us to the Red Tour, the way she said "terima kasih" and "selamat malam" were soooooo cuteeeee!!!! ♥

REDTourJKT
Taylor was that close to me, SHE WAS THAT CLOSEEE!!!

Red was playing as the 3rd song as she played a red guitar and did guitars duet with Paul, it was awesome!! Grant also came in front of the stage in this song.

Taylor went to the backstage after Red and a video of Taylor sat in front of a make up mirror played, it's The Lucky One, she used a theatrical theme for this song, wearing a red gown with the dancers acting as paparazzi. Next was Mean, she was sitting right in front of my eyes at the beginning, I was only few meters from her!

As she went to the backstage for the second time, we could see a VTR of her when she was 1 to 21, and when the scene showed 22, she suddenly came wearing a black shirt with "Jakarta" writing on it, it was 22!!! The swifties' voices were even louder than Taylor's XD
At the last part of the song she walked through the crowd to get into the B-Stage, some of lucky swifties could touch his hands at that time. And the secret song of that night is Fifteen! I actually wished she would play Long Live as the secret song, but Fifteen also has a special memory for me :'D

She sang Fifteen, You Belong With Me and Sparks Fly at the acoustic set, and in the end of Sparks Fly she went back to the main stage. When Taylor went to the backstage, Caitlin came and played a violin insanely, she looked really awesome!! It's I Knew You Were Trouble, the crowd once again went wild as Taylor changed her cloth in the middle of the song.

A piano was set on the stage, this is the second saddest song of Taylor for me after The Last Song, the lyrics are really deep, especially at this part
Maybe we got lost in translation
maybe I asked for too much
but maybe this thing was a masterpiece till you tore it all up
running scared, I was there, I remember it all too well
Hey you call me up again just to break me like a promise,
so casually cruel in the name of being honest
I'm crumbled piece of paper lying here
'cause I remember it all too well it All Too Well!

It was full of emotion! It was All Too Well! The only song I didn't sing along at, just staring at her and felt every word sliced my heart, literally bawling during the whole song, Taylor even cried when she sang it..

Next is the legend song, Love Story! I know her through this song. I still remember the first time I saw this music video premier on MTV and I fell for her right away. She wore a cream gown with ballet shoes looking so flawless! The princess has grown into a queen ♥
Taylor saw and smiled at me when he walked to the front stage, ohh you gorgeous living barbie doll!! X'DD

The last song was We Are Never Ever Getting Back Together, everyone sang along at this song as Taylor and the agency waved and bid their goodbye, but she promised she'll be back, she said Jakarta was the loudest crowd EVER!! Ahh I'm soooo ready for the next tour, Taylor!

During the show I did three times eye contacts with Paul, each eye contact lasted for 5-10 seconds, he was also smiling at me sweetly, most of the dancers also waved and smiled at me. Grant, Amos, and most of the dancers noticed me as well, I'M SO BLESSED!!!

I love the whole show but my favorites were 22, I Knew You Were Trouble, All Too Well and Love Story, maybe because the 3 songs describe me so much and Love Story is a legend, it'll forever be in my favorite list ♥
Sadly my phone was ran off battery when the show started, and I forgot to bring my camera, so I could only rely on my friend :'D

The show was enchanting, and magical, and ohh what a perfect night!!  ♥

Senin, 23 Juni 2014

Tugas Penerjemahan Berbantuan Komputer 4

Diposkan oleh Sophie-chan di 08.22 0 komentar

English
Indonesian (Translated by Google Translate)
English (Correction)
The Bridal Ballad by Edgar Allan Poe

The ring is on my hand,
And the wreath is on my brow;
Satin and jewels grand
Are all at my command,
And I am happy now.

And my lord he loves me well;
But, when first he breathed his vow,
I felt my bosom swell-
For the words rang as a knell,
And the voice seemed his who fell
In the battle down the dell,
And who is happy now.

But he spoke to re-assure me,
And he kissed my pallid brow,
While a reverie came o'er me,
And to the church-yard bore me,
And I sighed to him before me,
Thinking him dead D'Elormie,
"Oh, I am happy now!"
The Bridal Ballad oleh Edgar Allan Poe

Cincin ini di tangan saya,
Dan karangan bunga adalah pada keningku;
Satin dan perhiasan besar
Apakah semua pada perintah saya,
Dan saya senang sekarang.

Dan tuanku dia mencintaiku dengan baik;
Tapi, ketika pertama kali ia menarik napas sumpahnya,
Aku merasa dadaku membengkak-
Untuk kata-kata berdering sebagai lonceng a,
Dan suara itu tampak nya yang jatuh
Dalam pertempuran menuruni dell,
Dan yang bahagia sekarang.

Tapi dia berbicara kembali meyakinkan-me,
Dan dia mencium kening pucat saya,
Sementara lamunan datang o'er me,
Dan untuk gereja-halaman melahirkan saya,
Dan aku mendesah kepadanya sebelum aku,
Berpikir dia mati D'Elormie,
"Oh, saya senang sekarang!"

Balada Pengantin oleh Edgar Allan Poe

Cincin ini di tangan ku,
Dan karangan bungu di kening ku;
Satin dan perhiasan besar
Seluruhnya berada dalam perintah ku,
Dan aku bahagia sekarang.

Dan tuan ku mencintai ku dengan baik;
Tapi, saat pertama kali ia mengucapkan sumpahnya,
Aku merasa dada ku membengkak-
Kata-kata bordering sebagai pertanda buruk,
Dan tampaknya suaranya lah yang jtuh
Dalam pertempuran menuruni lembah kecil,
Dan siapakah yang bahagia sekarang.

Tapi ia berbicara untuk menghibur ku,
Dan ia mencium kening kusam ku,
Sementara lamunan datang menghampiri ku,
Dan menuju halaman gereja yang menjemukan,
Dan aku bernafas kepadanya,
Berfikir dia mati D’Elormie,
“Oh, aku bahagia sekaran!”
Spring Song by Robert Louis Stevenson

The air was full of sun and birds,
The fresh air sparkled clearly.
Remembrance wakened in my heart
And I knew I loved her dearly.
 
The fallows and the leafless trees
And all my spirit tingled.
My earliest thought of love, and Spring's
First puff of perfume mingled.
 
In my still heart the thoughts awoke,
Came lone by lone together -
Say, birds and Sun and Spring, is Love
A mere affair of weather?

musim Semi Lagu oleh Robert Louis Stevenson

Udara penuh dengan matahari dan burung,
Udara segar berbinar jelas.
Remembrance terbangun dalam hatiku
Dan aku tahu aku sangat mencintainya.

Para bera dan pohon-pohon berdaun
Dan semua roh saya merinding.
Pikiran awal cinta, dan Spring
Engah Pertama parfum bercampur.

Dalam hati saya masih pikiran terbangun,
Datang sendirian oleh tunggal bersama-sama -
Katakanlah, burung dan Sun dan Spring, adalah Cinta
Sebuah affair hanya cuaca?
Lagu Musim Semi oleh Robert Louis Stevenson

Udara penuh oleh matahari dan burung,
Udara segar berkilau dengan jelas.
Kenangan terbangun dalam hati ku
Dan aku tahu aku sangat mencintainya.

Para bera dan pohon-pohon tanpa daun
Dan seluruh roh ku merinding.
Pikiran terawal saya tentang cinta, dan embusan wangi pertama musim semi bercampur.

Dalam hati ku pikiran tersebut tetap terbangun,
Datang sendirian oleh satu-satunya bersama –
Katakanlah, burung, dan Matahari dan Musim Semi, Apakah cinta hanya sekedar cuaca?


 

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES