Senin, 23 Juni 2014

Tugas Penerjemahan Berbantuan Komputer 4

Diposting oleh Sophie-chan di 08.22 0 komentar

English
Indonesian (Translated by Google Translate)
English (Correction)
The Bridal Ballad by Edgar Allan Poe

The ring is on my hand,
And the wreath is on my brow;
Satin and jewels grand
Are all at my command,
And I am happy now.

And my lord he loves me well;
But, when first he breathed his vow,
I felt my bosom swell-
For the words rang as a knell,
And the voice seemed his who fell
In the battle down the dell,
And who is happy now.

But he spoke to re-assure me,
And he kissed my pallid brow,
While a reverie came o'er me,
And to the church-yard bore me,
And I sighed to him before me,
Thinking him dead D'Elormie,
"Oh, I am happy now!"
The Bridal Ballad oleh Edgar Allan Poe

Cincin ini di tangan saya,
Dan karangan bunga adalah pada keningku;
Satin dan perhiasan besar
Apakah semua pada perintah saya,
Dan saya senang sekarang.

Dan tuanku dia mencintaiku dengan baik;
Tapi, ketika pertama kali ia menarik napas sumpahnya,
Aku merasa dadaku membengkak-
Untuk kata-kata berdering sebagai lonceng a,
Dan suara itu tampak nya yang jatuh
Dalam pertempuran menuruni dell,
Dan yang bahagia sekarang.

Tapi dia berbicara kembali meyakinkan-me,
Dan dia mencium kening pucat saya,
Sementara lamunan datang o'er me,
Dan untuk gereja-halaman melahirkan saya,
Dan aku mendesah kepadanya sebelum aku,
Berpikir dia mati D'Elormie,
"Oh, saya senang sekarang!"

Balada Pengantin oleh Edgar Allan Poe

Cincin ini di tangan ku,
Dan karangan bungu di kening ku;
Satin dan perhiasan besar
Seluruhnya berada dalam perintah ku,
Dan aku bahagia sekarang.

Dan tuan ku mencintai ku dengan baik;
Tapi, saat pertama kali ia mengucapkan sumpahnya,
Aku merasa dada ku membengkak-
Kata-kata bordering sebagai pertanda buruk,
Dan tampaknya suaranya lah yang jtuh
Dalam pertempuran menuruni lembah kecil,
Dan siapakah yang bahagia sekarang.

Tapi ia berbicara untuk menghibur ku,
Dan ia mencium kening kusam ku,
Sementara lamunan datang menghampiri ku,
Dan menuju halaman gereja yang menjemukan,
Dan aku bernafas kepadanya,
Berfikir dia mati D’Elormie,
“Oh, aku bahagia sekaran!”
Spring Song by Robert Louis Stevenson

The air was full of sun and birds,
The fresh air sparkled clearly.
Remembrance wakened in my heart
And I knew I loved her dearly.
 
The fallows and the leafless trees
And all my spirit tingled.
My earliest thought of love, and Spring's
First puff of perfume mingled.
 
In my still heart the thoughts awoke,
Came lone by lone together -
Say, birds and Sun and Spring, is Love
A mere affair of weather?

musim Semi Lagu oleh Robert Louis Stevenson

Udara penuh dengan matahari dan burung,
Udara segar berbinar jelas.
Remembrance terbangun dalam hatiku
Dan aku tahu aku sangat mencintainya.

Para bera dan pohon-pohon berdaun
Dan semua roh saya merinding.
Pikiran awal cinta, dan Spring
Engah Pertama parfum bercampur.

Dalam hati saya masih pikiran terbangun,
Datang sendirian oleh tunggal bersama-sama -
Katakanlah, burung dan Sun dan Spring, adalah Cinta
Sebuah affair hanya cuaca?
Lagu Musim Semi oleh Robert Louis Stevenson

Udara penuh oleh matahari dan burung,
Udara segar berkilau dengan jelas.
Kenangan terbangun dalam hati ku
Dan aku tahu aku sangat mencintainya.

Para bera dan pohon-pohon tanpa daun
Dan seluruh roh ku merinding.
Pikiran terawal saya tentang cinta, dan embusan wangi pertama musim semi bercampur.

Dalam hati ku pikiran tersebut tetap terbangun,
Datang sendirian oleh satu-satunya bersama –
Katakanlah, burung, dan Matahari dan Musim Semi, Apakah cinta hanya sekedar cuaca?




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Selasa, 13 Mei 2014

Tugas Penerjemahan Berbantuan Komputer 3

Diposting oleh Sophie-chan di 09.29 1 komentar
English
Translated by Google Translate
Indonesian (Correction)
If you’re a celebrity and you’ve got beef with Justin Bieber, now may be a good time to let it be known. The hits just keep coming.

Seth Rogen called the pop star “a bit of a mother—-er” earlier this week, and the Black Keys’ Patrick Carney called him a “f–king irresponsible asshole” in an interview with Rolling Stone on Friday (May 9).

Carney’s Bieber beef is deep-rooted (kinda). His back-and-forth with the 20-year-old started last February. “He’s rich, right?” the drummer asked, rhetorically, in response to a question about Bieber not winning a Grammy. “Grammys are for like music, not for money … and he’s making a lot of money. He should be happy.”

Bieber wasn’t pleased when he caught wind of the comments, and wrote on Twitter that, “the black keys drummer should be slapped around haha.”

It’s that tweet, written over a year ago, that still has Carney incensed at Bieber.

“Justin Bieber, like a f–king irresponsible asshole, sicced 40 million Twitter followers on me because I paid him a compliment he didn’t understand,” he told the magazine on Friday. “And he shouldn’t be f–king telling his followers to slap me, and then also be doing anti-bullying bullsh–. It’s so irresponsible.

“I mean, Justin Bieber is a f–king moron,” Carney continued. “Honestly, I feel bad for him. I don’t dislike his music. I don’t listen to his music, but he needs to not conduct himself that way. Like, really, you make millions of dollars playing music, you should feel f–king lucky.”

It’s not just Bieber that the Black Keys member looks at with disgust, though. He also feels like the people on his team aren’t doing their jobs.

“If you’re a 34-year-old f–king loser like me, and you go on Justin Bieber’s Twitter account like a total pervert every time that he gets in trouble, you should look at his tweets the next day,” he said. “It’s always like, ‘I love you guys so much, always believe, never stop believing.’ He’s feeding them the Kool-Aid more and more. He pours it on heavy, though. It’s so manipulative! And whoever taught him that that was OK, whoever’s watching him and is like, ‘That manipulation is acceptable,’ should be really ashamed of themselves.”

Please, Patrick. Tell us how you really feel.
jika Anda seorang selebriti dan Anda punya daging sapi dengan Justin Bieber , sekarang mungkin saat yang tepat untuk membiarkan orang tahu . Hits terus datang .

Seth Rogen disebut bintang pop " sedikit ibu - er " awal pekan ini , dan Keys Black ' Patrick Carney menyebutnya " f - raja tidak bertanggung jawab bajingan " dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone , Jumat (9 Mei ) .

Bieber daging sapi Carney adalah berakar ( agak ) . Kembali - dan-sebagainya dengan pemain berusia 20 tahun mulai Februari lalu . " Dia kaya , kan? " Drummer bertanya , retoris , dalam menanggapi pertanyaan tentang Bieber tidak memenangkan Grammy . " Grammy adalah untuk seperti musik , bukan untuk uang ... dan dia membuat banyak uang . Dia harus bahagia . "

Bieber tidak senang ketika ia menangkap angin dari komentar , dan menulis di Twitter bahwa , " kunci hitam drummer harus dipukuli haha . "

Ini yang tweet yang ditulis lebih dari setahun yang lalu , yang masih memiliki Carney marah pada Bieber .

" Justin Bieber , seperti af - raja brengsek yang tidak bertanggung jawab , sicced dari 40 juta pengikut Twitter pada saya karena saya membayarnya pujian dia tidak mengerti , " katanya kepada majalah itu pada hari Jumat . " Dan dia tidak boleh f - raja memberitahu pengikutnya untuk menampar saya , dan kemudian juga melakukan anti -intimidasi bullsh - . Ini sangat tidak bertanggung jawab .

" Maksudku , Justin Bieber adalah af - raja tolol , " lanjut Carney . " Jujur , saya merasa buruk baginya . Saya tidak menyukai musiknya . Saya tidak mendengarkan musik , tapi ia perlu tidak melakukan dirinya seperti itu. Seperti, benar-benar, Anda membuat jutaan dolar bermain musik , Anda harus merasa f - raja beruntung. "

Ini bukan hanya Bieber bahwa anggota Hitam Keys melihat dengan jijik , meskipun . Dia juga merasa seperti orang-orang di timnya tidak melakukan pekerjaan mereka .

" Jika Anda seorang f - raja 34 tahun pecundang seperti saya , dan Anda pergi di akun Twitter Justin Bieber seperti cabul keseluruhan setiap kali ia mendapat masalah , Anda harus melihat pada tweet pada hari berikutnya , " katanya kata . "Selalu seperti, ' Aku cinta kalian begitu banyak , selalu percaya , tidak pernah berhenti percaya . " Dia memberi mereka makan Kool - Aid lebih dan lebih . Dia menuangkan pada berat, meskipun . Ini sangat manipulatif ! Dan siapa pun yang mengajarkan kepadanya bahwa itu OK , siapa pun yang mengawasinya dan seperti , ' manipulasi itu dapat diterima , " harus benar-benar malu sendiri . "

Silakan , Patrick . Beritahu kami bagaimana Anda benar-benar merasa .

Jika anda seorang selebriti dan memiliki masalah dengan Justin Bieber, sekarang mungkin saat yang tepat untuk membiarkan hal itu diketahui. Masalah terus dating.

Seth Rogen menyebut bintang pop “seperti bajingan” awal-awal pecan ini, dan the Black Keys’ Patrick Carney menyebutnya “bajingan yang tidak bertanggung jawab” dalam sebuh wawancara dengan Rolling Stone hari Jum’at (9 Mei).

Bieber masalah Carney berurat akar (agak). Mondar-mandirnya dengan anak berusia 20 tahun dimulai Jum’at kemarin. “Dia kayak an?” Tanya pemain drum, retorisnya, dalam menanggapi pertanyaan tentang Bieber  yang tidak memenangkan Grammy. “Grammy untuk yang suka music, bukan uang… dan dia menghasilkan banyak uang. Seharusnya dia senang.

Bieber tidak senang saat dia mengetahui komentar tersebut, dan menulis di twitter, “ pemain drum the black key harus ditampari haha.”

Kicauan tersebut, ditulis lebih dari setahun yang lalu, saat Carney masih marah pada Bieber.

“Justin Bieber, seperti bajingan yang tidak bertanggung jawab, mempengaruhi 40 juta pengikut di Twitter terhadap saya karena saya meberikannya pujian dan dia tidak mengerti,” Dia member tahu majalah hari Jum’at. “Dan dia tidak seharusnya memberitahu pengikutnya untuk memukul saya, dan saat melakukan anti-intimidasi. Hal itu sangatlah tidak bertanggun jawab.

“Maksud saya, Justin Bieber adalah orang bodor,” Lanjut Carney. “Sejujurnya, saya merasa kasihan padanya. Saya bukan tidak menyukai musiknya. Saya tidak perlu mendengar musiknya, tapi ia perlu untuk tidak mengantar dirinya seperti itu. Seperti, sungguh, anda menghasilkan jutaan dolar bermain music, anda seharusnya merasa beruntung.”

Meskipun bukan hanya Bieber yang anggota the Black Key liat dengan jijik. Dia juga merasa orang-orang didalam timnya tidak melakukan pekerjaan mereka.

“Jika anda seorang pecundang berusia 34 tahun seperti saya, dan anda mengunjungi akun twitter Justin Bieber seperti orang mesum setiap kali ia mendapatkan masalah, anda harus melihat kicauannya keesokan harinya,” Dia berkata. “Selalu seperti, ‘Aku sangat mencintai kalian, selalu percaya, jangan berhenti mempercayai.’ Dia menyuapi Kool-Aid lagi dan lagi. Meskipun dia menuangkannya dengan berat. Hal itu sangatlah manipulatif! Dan siapapun yang mengajarinya bahwa hal tersebut tidak apa-apa, siapapun yang melihatnya dan seperti, ‘manipulasi tersebut dapat diterima,’ harus merasa malu pada diri mereka sendiri.”

Ayolah, Patrick. Beritahu kami apa yang benar-benar anda rasakan.




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Minggu, 13 April 2014

Penerjemahan Berbantuan Komputer 2

Diposting oleh Sophie-chan di 03.23 0 komentar


English
Indonesian (Translated by Google Translation)
Indonesian (Correction)
New Year in Japan —a Solemn Yet Colorful Time of Year
Many traditional customs are observed at the beginning of the new year in Japan. For example, entrances to homes and shops are decorated with the pine and bamboo kadomatsu decoration or shimenawa braided straw ropes, a custom with its roots in the Shinto religion. It’s also the time of year when people enjoy mochi soft rice cakes and osechi-ryori, the traditional foods associated with New Year celebrations. These customs derive from harvest thanksgiving rituals developed over the centuries by the Japanese, who were mainly engaged in farming then, and from ancient religious ceremonies. Each of these practices is imbued with meaning, and experiencing a traditional Japanese New Year will surely be the highlight of your stay.
Ringing the Old Year Out
Japanese consider December 31 a very important day, and it’s not unusual for people to stay up all night on this occasion. Old customs related to the last day of the year continue in many regions of Japan, but one of the most popular, which started in the Edo period (1603–1868), is eating soba buckwheat noodles. People eat soba on December 31, either for dinner or as an evening snack, to wish for a life that’s as long as the long, skinny noodles they’re eating. Eating soba past midnight, however, is to be avoided as this is believed to bring bad luck.

As midnight nears, the air is filled with the deep sound of temple bells being rung. The bells are rung 108 times as the old year fades out and the new year comes in. One explanation for the bell-ringing is that this is done to forswear the 108 human desires. Some temples allow ordinary people to ring their bells. Try it if you have the opportunity. 

First Sunrise, First Prayer for Good Fortune in the New Year
 Japan, sunrise on New Year’s Day is believed to have special supernatural powers, and praying to the first sunrise of the year has become a popular practice since the Meiji era (1868–1912). Even today, crowds gather on mountaintops or beaches with good views of the sunrise to pray for health and family wellbeing in the new year.

Another custom still observed today is visiting a temple or shrine at New Year’s. Even people who do not ordinarily go to shrines or temples in everyday life go at New Year’s to pray for their health and their families’ happiness. Many young women take this opportunity to dress up in vividly colored kimono, a touch that adds to the festive atmosphere. When praying at a Shinto shrine, the usual way is to bow twice, clap hands twice, and then bow once more. At a Buddhist temple, one simply places the palms of the hands together in silent prayer, with no clapping.

Meiji Shrine in Harajuku is Tokyo’s best-known spot for paying a New Year’s visit to a Shinto shrine. For years, Meiji Shrine has attracted the largest number of New Year’s visitors in Japan. From December 31 through the first few days of the new year, crowds here number in the hundreds of thousands.

Buddhist temples with large numbers of New Year’s visitors are Narita-san Shinsho-ji, which is near Narita Airport, and Kawasaki Daishi, in Kawasaki, adjacent to Tokyo. On their visits, shrine- and temple-goers pray for good luck, protection from traffic accidents, or to ward off evil fortune.

Festive New Year Celebrations
A few days after Christmas, the entrances to many homes, stores and buildings in Japan are decorated with a pine and bamboo kadomatsu. This decoration is prepared to welcome the Shinto gods and derives from the Shinto belief that the god spirits reside in trees. Furthermore, the display of pine, which stays green even in winter, and bamboo, which grows quickly and is ramrod-straight, expresses the desire to obtain virtue and strength to overcome adversity.

Entrances to ordinary homes are decorated with a shimenawa braided straw rope. Like the kadomatsu, it signifies that the home has been purified in order to welcome the gods.

After the New Year’s Eve temple bells have sounded and the first temple or shrine visit of the new year is made, many people return home to eat the o-sechi traditional foods at a meal for the whole family. O-sechi foods were originally offerings to the Shinto gods, but they are also “lucky” foods intended to bring happiness to the family. Each of the ingredients has a special significance, and the foods are prepared so that they will keep over the entire New Year period, which lasts nearly a week (Preparing foods that will keep for a while was also, in the past, intended to reduce work for housewives).

New Year in Japan is a time of year when this modern, high-tech country goes back to custom and tradition.
Tahun Baru di Jepang -a Sisa Namun Colorful Khidmat Tahun

Banyak kebiasaan tradisional yang diamati pada awal tahun baru di Jepang.
Misalnya, pintu masuk ke rumah-rumah dan toko-toko yang dihiasi dengan pinus dan bambu Kadomatsu hiasan atau shimenawa tali jerami dikepang, kebiasaan yang berakar dalam agama Shinto. Ini juga waktu tahun ketika orang menikmati kue beras lembut mochi dan osechi-ryori, makanan tradisional yang terkait dengan perayaan Tahun Baru. Kebiasaan ini berasal dari panen ritual syukur dikembangkan selama berabad-abad oleh Jepang, yang terutama terlibat dalam pertanian itu, dan dari upacara keagamaan kuno. Setiap praktek-praktek dijiwai dengan makna, dan mengalami Tahun Baru tradisional Jepang pasti akan menjadi puncak tinggal Anda.

Dering Tahun Old Out

Jepang menganggap 31 Desember hari yang sangat penting, dan itu tidak biasa bagi orang untuk tetap terjaga sepanjang malam pada kesempatan ini.
Kebiasaan lama yang berkaitan dengan hari terakhir tahun ini terus berlanjut di banyak daerah di Jepang, tetapi salah satu yang paling populer, yang dimulai pada zaman Edo (1603-1868), adalah makan soba mie soba. Orang makan soba pada tanggal 31 Desember, baik untuk makan malam atau sebagai snack malam, berharap untuk kehidupan yang selama panjang, mie kurus mereka makan. Makan soba lewat tengah malam, bagaimanapun, adalah harus dihindari karena hal ini diyakini membawa sial.

Seperti tengah malam mendekati, udara dipenuhi dengan suara mendalam lonceng kuil yang berbunyi. Lonceng yang dibunyikan 108 kali sebagai tahun lama memudar dan tahun baru masuk. Satu penjelasan untuk bel-dering adalah bahwa hal ini dilakukan untuk mengingkari 108 keinginan manusia. Beberapa candi memungkinkan orang-orang biasa untuk membunyikan lonceng mereka. Coba saja jika Anda memiliki kesempatan.

Pertama Sunrise, Doa Pertama untuk Good Fortune di Tahun Baru

 Jepang, matahari terbit pada Hari Tahun Baru diyakini memiliki kekuatan gaib khusus, dan berdoa kepada matahari terbit pertama tahun ini telah menjadi praktek yang populer sejak era Meiji (1868-1912). Bahkan saat ini, orang banyak berkumpul di puncak gunung atau pantai dengan baik dilihat dari matahari terbit untuk berdoa bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga di tahun baru.

Kustom lain masih diamati hari ini mengunjungi candi atau kuil di Tahun Baru. Bahkan orang-orang yang tidak biasanya pergi ke kuil atau candi dalam kehidupan sehari-hari pergi pada tahun baru untuk berdoa bagi kesehatan dan kebahagiaan keluarga mereka. Banyak perempuan muda mengambil kesempatan ini untuk berdandan kimono berwarna dengan jelas, sentuhan yang menambah suasana meriah. Ketika berdoa di kuil Shinto, cara yang biasa adalah untuk membungkuk dua kali, bertepuk tangan dua kali, dan kemudian membungkuk sekali lagi. Pada sebuah kuil Buddha, satu hanya menempatkan telapak tangan bersama dalam doa hening, tanpa bertepuk tangan.

Meiji Shrine di Harajuku adalah tempat Tokyo paling terkenal untuk membayar kunjungan Tahun Baru untuk sebuah kuil Shinto. Selama bertahun-tahun, Kuil Meiji telah menarik jumlah terbesar pengunjung Tahun Baru di Jepang. Dari tanggal 31 Desember sampai beberapa hari pertama tahun baru, orang banyak di sini berjumlah ratusan ribu.

Candi Budha dengan sejumlah besar pengunjung Tahun Baru adalah Narita-san Shinsho-ji, yang dekat bandara Narita, dan Kawasaki Daishi, di Kawasaki, berdekatan dengan Tokyo. Pada kunjungan mereka, kuil-kuil dan penonton berdoa untuk keberuntungan, perlindungan dari kecelakaan lalu lintas, atau untuk menangkal nasib buruk.

Festive Perayaan Tahun Baru

Beberapa hari setelah Natal, pintu masuk ke banyak rumah, toko dan bangunan di Jepang yang dihiasi dengan pinus dan bambu Kadomatsu. Dekorasi ini siap untuk menyambut para dewa Shinto dan berasal dari Shinto keyakinan bahwa roh-roh dewa berada di atas pohon. Selain itu, tampilan pinus, yang tetap hijau bahkan di musim dingin, dan bambu, yang tumbuh dengan cepat dan tegak lurus, mengungkapkan keinginan untuk memperoleh kebajikan dan kekuatan untuk mengatasi kesulitan.

Pintu masuk ke rumah-rumah biasa yang dihiasi dengan tali shimenawa dikepang jerami. Seperti Kadomatsu, itu menandakan bahwa rumah telah dimurnikan dalam rangka menyambut para dewa.

Setelah Eve lonceng kuil Tahun Baru ini telah terdengar dan kunjungan pertama candi atau kuil tahun baru dibuat, banyak orang kembali ke rumah untuk makan makanan tradisional o-Sechi pada makanan untuk seluruh keluarga. Makanan O-Sechi awalnya persembahan kepada para dewa Shinto, tetapi mereka juga "beruntung" makanan dimaksudkan untuk membawa kebahagiaan bagi keluarga. Masing-masing bahan memiliki arti khusus, dan makanan siap sehingga mereka akan tetap di seluruh periode Tahun Baru, yang berlangsung hampir seminggu (Mempersiapkan makanan yang akan membuat untuk sementara waktu juga, di masa lalu, dimaksudkan untuk mengurangi bekerja untuk ibu rumah tangga).

Tahun Baru di Jepang adalah waktu tahun ketika, negara modern berteknologi tinggi ini akan kembali ke adat dan tradisi.
Tahun Baru di Jepang —Sebuah Keseriusan Namun Waktu yang Berwarna

Ada Banyak kebiasaan tradisional yang diamati pada awal tahun baru di Jepang. Misalnya, pintu masuk ke rumah-rumah dan toko-toko yang dihiasi dengan dekorasi pinus dan bambu kadomatsu atau shimenawa atau tali jerami yang dikepang, kebiasaan yang berakar dalam agama Shinto. Ini juga waktu ketika orang-orang menikmati kue beras dan osechi-ryori, makanan tradisional berhubungan dengan peryaan Tahun Baru. Kebiasaan ini berasal dari ritual bersyukur panen yang dikembangkan selama berabad-abad oleh penduduk Jepang, terutama yang terlibat dalam pertanian tersebut, dan dari upacara keagamaan kuno. Setiap praktek-praktek dijiwai dengan makna, dan mengalami Tahun baru tradisional Jepang pasti akan menjadi puncak kunjungan anda.

Menderingkan Kepergian Tahun Lama

Warga Jepang menganggap 31 Desember sebagai hari yang sangat penting, dan itu bukanlah hal yang tidak biasa bagi orang-orang untuk tetap terjaga sepanjang malam pada kesempatan ini. Kebiasaan lama yang berkaitan dengan hari terakhir dalam tahun it uterus berlanjut di banyak daerah di Jepang, tapi salah satu yang paling popular, yang dimulai pada zaman Edo (1603-1868), adalah makan mie Soba. Orang-orang makan soba pada tanggal 31 Desember, baik untuk makan malam atau sebagai snack malam, berharap untuk kehidupan se panjang mie yang mereka makan. Memakan soba lewat dari tengah malam, bagaimanapun, harus dihindari karena hal ini dipercaya akan membawa kesialan.

Saat tengah malam mendekat, udara dipenuhi dengan suara mendalam lonceng kuil yang dibunyikan. Lonceng tersebut dibunyikan sebanyak 108 kalo sebagai tanda bahwa tahun yang lama memudar dan tahun yang baru telah datang. Satu penjelasaan tentang membunyikan-lonceng adalah hal ini dilakukan untuk meninggalkan 108 keinginan manusia. Beberapa kuil memperbolehkan orang-orang biasa untuk membunyikan lonceng mereka. Cobalah jika anda memiliki kesempataan.

Matahari Terbit Pertama, Doa Pertama untuk Nasib Naik di Tahun Baru

Jepang, matahari terbit pada hari Tahun Baru dipercaya memiliki kekuatan gaib, dan berdoa pada matahari terbit pertama dalam tahun tersebut telah menjadi praktek yang popular sejak era Meiji (1868-1912). Bahkan saat ini, orang- orang banyak berkumpul di puncak gunung atau pantai dengan pemandangan yang bagus dari matahari terbit untuk berdoa untuk kesehatan dan kesejahteraan keluarga di tahun baru.

Kebiasaan lain yang masih diamati saat ini adalah mengunjungi candi atau kuil di Tahun Baru. Bahkan orang-orang yang tidak biasanya pergi ke kuil atau candi dalam kehidupan sehari-hari pergi pada tahun baru untuk berdoa bagi kesehatan dan kebahagiaan keluarga mereka. Banyak perempuan muda mengambil kesempatan ini untuk memakai kimono dengan warna yang cerah, sentuhan yang menambah suasana meriah. Ketika berdoa di kuil Shinto, cara yang biasa dilakukan adalah membungkuk dua kali, menepuk tangan dua kali, kemudian membungkuk sekali lagi. Pada kuil Buddha, orang hanya menempatkan telapak tangan bersama dalam doa yang hening, tanpa bertepuk tangan.

Kuil Meiji di Harajuku adalah tempat terbaik di Tokyo untuk kunjungan Tahun Baru untuk kuil Shinto. Selama bertahun tahun, Kuil Meiji telah menarik jumlah terbesar pengunjung Tahun Baru di Jepang. Dari tanggal 31 Desember sampai beberapa hari pertama di tahun baru, orang-orang di sini berjumlah ratusan ribu.

Kuil Budha dengan jumlah yang besar untuk kunjungan Tahun Baru adalah Narita-san Shinsho-ji, dekat bandara Narita, dan Kawasaki Daishi, di Kawasaki, berdekatan dengan Tokyo.  Pada kunjungan mereka, kuil-kuil dan pengunjung berdoa untuk keberuntungan, perlindungan dari kecelakaan lalu lintas, atau untuk menangkal nasib buruk.

Kebahagiaan Perayaan Tahun Baru

Beberapa hari setelah Natal, pintu masuk ke banyak rumah, toko dan bangunan di Jepang dihiasi dengan pinus dan bambu Kadomatsu. Dekorasi ini disiapkan untuk menyambut para dewa Shinto dan berasal dari keyakinan Shinto bahwa roh-roh para dewa berada di atas pohon. Selain itu, tampilan pinus, yang tetap hijau bahkan di musim dingin, dan bambu, yang tumbuh dengan cepat dan tegak lurus, mengungkapkan keinginan untuk memperoleh kebajikan dan kekuatan untuk mengatasi kesulitan.

Pintu masuk ke rumah-rumah biasa dihiasi dengan shimenawa atau tali jerami yang dikepang. Seperti Kadomatsu, ini melambangkan bahwa rumah telah dimurnikan dalam rangka menyambut para dewa.

Setelah lonceng kuil saat malam Tahun baru telah terdengar dan kunjungan pertama candi atau kuil telah dilakukan, banyak orang kembali ke rumah untuk makan makanan tradisional o-Sechi untuk seluruh keluarga. Makanan O-Sechi awalnya persembahan kepada para dewa Shinto, tetapi mereka juga makanan ”beruntung” yang bertujuan untuk membawa kebahagiaan bagi keluarga. Masing-masing bahan memiliki arti khusus, dan makanan disiapkan sehingga mereka akan tersimpan selama lebih dari seluruh periode Tahun Baru, yang berlangsung hampir seminggu (Mempersiapkan makanan yang akan disimpan untuk sementara waktu, di masa lalu, dimaksudkan untuk mengurangi pekerjaan untuk ibu rumah tangga).

Tahun Baru di Jepang adalah waktu tahun ketika, negara modern berteknologi tinggi ini akan kembali ke adat dan tradisi.


Source: https://www.jnto.go.jp/eng/indepth/exotic/JapanesQue/1112/newyear.html


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
 

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES